MEMILIH SYSTEM YANG
SESUAI
A. Asas
pengelolaan kearsipan
Asas pengelolaan surat / arsip adalah
penentuan kebijakan pengorganisasian kegiatan pengelolaan surat secara baku
pada suatu instansi. Di dalam kearsipan terkandung unsur – unsur kegiatan
penerimaan, penyimpanan, penemuan kembali, dan penyusutan.
1. Asas
sentralisasi
Adalah pengendalian kegiatan pengurusan
surat / arsip, baik surat masuk maupun surat keluar, sepenuhnya dibebankan dan
dipertanggungjawabkan secara terpusat pada suatu organisasi yang disebut “ Unit
Kearsipan “
Unit Kearsipan adalah satuan kerja yang
kegiatan pokoknya meliputi pengendalian dan pengurusan surat / arsip. Sedangkan
unit kerja adalah satuan kerja yang menangani suatu bidang dalam suatu
organisasi.
Dengan asas sentralisasi ini, maka :
a. Penerimaan
dan pengiriman surat, penggolongan serta pengendalian dan penyimpanan surat
dilaksanakan sepenuhnya oleh unit kearsipan.
b. Surat
masuk yang diterima oleh unit pengolah harus disampaikan terlebih dahulu kepada
unit kearsipan dan baru boleh diterima oleh unit pengolah setelah dilakukan
pencatatan oleh unit kearsipan sesuai dengan tugasnya.
c. Penggunaan
sarana pencatatan sudah lebih effisien, baik kartu kendali maupun lembar
pengantar, karena cukup dengan rangkap dua.
Asas
ini akan berjalam dengan baik dan lancar apabila memenuhi kriteria sebagai
berikut :
a. Organisasi
masih kecil dan telah memiliki program manajemen kearsipan yang mantap.
b. Adanya
jaminan kerahasiaan arsip, khususnya yang terkait dengan kebijakan arsip
rahasia, termasuk arsip personil. Seringkali konsep sentralisasi ditolak oleh
para pengguna karena khawatir kerahasiaan informal tidak terjamin, khususnya
yang terkait dengan arsip kepegawaian dan keuangan.
c. Kondisi
lingkungan gedung tidak terpisah – pisah ( saling berdekatan ).
Keuntungan asas sentralisasi
·
Adanya keseragaman
sistem dan prosedur
·
Arsip hilang atau
kesalahan penyimpanan, kecil sekali terjadi karena arsip dikelola oleh tenaga –
tenaga yang telah dipersiapkan untuk tugas pengelolaan arsip ( tenaga professional )
·
Kemungkinan penyimpanan
arsip ganda kecil sekali karena akan segera diketahui apakah arsip yang
bersangkutan merupakan duplikasi atau bukan.
·
Penggunaan ruangan dan
peralatan lebih efisien dan efektif
·
Pelaksanaan penyusutan
arsip akan lebih lancar secara terprogram akan dapat dilakukan pemusnahan atau
pemindahan ke arsip inaktif.
·
Pengawasan lebih mudah.
Kelemahan asas sentralisasi
·
Keragaman asas belum
tentu cocok untuk semua unit kerja.
·
Bagi organisasi kantor
yang bagian – bagiannya tidak berada dalam satu kompleks dan terpencar – pencar
dibeberapa tempat, maka pelaksanaan asas sentralisasi kurang tepat karena
pekerjaan menjadi lebih lambat.
·
Petugas kearsipan belum
tentu paham dengan permasalahan – permasalahan unit kerja, sehingga dapat
terjadi salah persepsi dalam menilai sebuah arsip.
·
Kemungkinan arsip tidak
dapat ditemukan besar karena arsip hilang atu terselip.
2. Asas
Desentralisasi
Adalah pengendalian kegiatan pengelolaan
surat / arsip, baik surat masuk maupun surat keluar sepenuhnya dilaksanakan
oleh masing – masing unit kerja dalam suatu organisasi. Masing – masing unit
kerja dalam organisasi melaksanakan dan mempertanggungjawabkan, pengelolaan
surat / arsipnya, dari penerimaan. Pencatatan, samapai dengan pengiriman surat.
,Dengan asas sentralisasis ini.maka :
a) Pengelolaan,
pengarahan, dan pengendalian surat dilaksanakan sepenuhnya oleh unit pengolah
b) Fungsi
dan wewenang unit kearsipan terbatas pada penerimaan dan pengelolaan serta
penyimpanan arsip inaktif
c) Penggunaan
sarana pencatatan surat, baik kartu kendali maupun lembar pengantar
Keuntungan
asas desentralisasi
1) Unit
kerja dapat menerapkan asas pengelolaan kearsipan yang sesuai dengan bidang
pekerjaan
2) Proses
kerja lebih lancar sehingga arsip dapat ditemukan dengan cepat
3) Penetapan
nilai guna arsip lebih tepat
4) Setiap
karyawan akan lebih berkembang pengetahuannya tentang kearsipan
Kelemahan
asas desentralisasi
1) Kemungkinan
terjadinya ketidakseragaman asas dan prosedur termasuk peralatan akan semakin
besar
2) Kemungkinan
banyak arsip yang sama disimpan pada tiap unit kerja
3) Tidak
adanya pengawasan terhadap pelaksanaan tata kearsipan khususnya pelaksanaan
penataan berkas. Penataan berkas pada unit kerja seringkali tidak diperhatikan
karena kegiatan ini dianggap kegiatan yang kurang penting, sehingga mendapat
prioritas terakhir. Akibatnya arsip seringkali tidak terorganisir secara baik
bahka cenderung kacau.
4) Kebijaksanaan
penyusutan arsip tidak diikuti, sehingga pertumbuhan arsip semakin meningkat
memenuhi ruangan kerja. Pemusnahan arsip dilaksanakan tidak melalui ketentuan
yang berlaku, sering kali terjadi pemusnahan terhadap arsip yang selayaknya
dipertahankan. Sehingga tidak jarang organisasi kehilangan bahan bukti.
5) Petugas
kearsipan di unit kerja kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang
kearsipan. Hal ini disebabkan pekerjaan kearsipan dianggap bukan pekerjaan
pokok mereka.
3. Asas
desentralisasi terkendali ( Gabungan )
Asas ini merupakan gabungan dari
sentralisasi dan desentralisasi yaitu masing – masing unit kerja dapat
melaksanakan pengelolaan suratnya sendiri – sendiri, namun pengendaliannya
dilakukan secara terpusat. Asas ini bertujuan meningkatkan kelebihan dari suatu
asas dan meminimalkan kekurangannya.
Keuntungan
sistem gabungan
a) Keseragaman
prosedur dan tata kerja
b) Proses
kerja lancar, karena arsip aktif berada di unit pengolah
c) Efisiensi
kerja di unit pengolah, karena adanya pemisahan antara arsip aktif dan inaktif
d) Lebih
mudah dalam pengendalian dan pembinaannya
e) Karyawan
di unit kerja dapat bertambah
Kelemahan sisitem gabungan
a) Karena
diselenggarakan di dua tempat, maka tentu saja peralatan yang digunakan cukup
banyak
b) Kemungkinan
adanya arsip kembar dapat terjadi
c) Membutuhkan
tenaga yang lebih banyak
Untuk memilih asas pengelolaan mana yang sesuai
tentu saja harus mempertimbangkan beberapa hal :
1. Besar
kecilnya rentang tugas organisasi yang bersangkutan
2. Kompleksitas
tugas dan fungsi organisasi
3. Lokasi
gedung kantor satu atap atau terpencar
4. Jumlah
karyawan yang ada dalam suatu organisasi
5. Jumlah
surat yang dikelola
Tidak ada komentar:
Posting Komentar